Thanatophobia, Dan Death Anxiety, Bagian 1

Mendengar judulnya tampak serem ya Brosis..???

Pobia, atau biasa disebut sebagai ketakutan yang berlebih, CMMIW, adalah salah satu dari sekian jenis Anxiety Disorder dimana sangat mengganggu kehidupan penderitanya.Dan salah satu juga dari sekian banyak jenis Phobia, yaitu Thanatophobia, atau ketakutan yang berlebihan terhadap kematian.  Seperti yang dialami oleh Bibi ADB, tepatnya beliau adalah Bibinya Istri ADB, dan Bibi Istri ADB ini adalah istri dari Paman ADB. Dan KEponakan istri paman ADB ini sekarang jadi Istri ADB. Halah, mbulet ae yo Brosis? beliau menderita Thanatophobia ini hampir mencapai 3 tahunan, ini terjadi saat istri ADB masih duduk di sekolah dasar.

Saat itu Brosis, awalnya beliau ini ikut memandikan jenasah nenek ADB. Nah menurt beliau, setelah bibi memandikan jenasah, bibi ini langsung tidur. Tidak cuci kaki, cuci tangan, ataupun membasuh muka (menurut kepercayaan orang sini, setelah melihat jenasah, hrus mencuci kaki, muka dan tangan, biar gak sawanen katanya) . Nah selang keesokan harinya, beliau seperti teringat-ingat kembali saat-saat beliau memandikan jenasah. Lama difikir, beliau tidak berusaha mengabaikan fikiran itu, dan sampai akhirnya, beliau berfikir, bagaimana kalau dia mengalami hal seperti itu? dimandikan saudara dalam keadaan mata tertutup dan tidak bergerak, beliau membayangkan bagaimana saat nanti beliau diangkat oleh orang-orang diatas keranda dan dibopong ke pemakaman. Akhirnya datanglah rasa phobia itu, setiap ada berita orang meninggal, beliau seprti lemas, sesak, berdebar, pusing dan terasa ringan. setiap ada kata “mati” atau “meninggal” atau melihat jenasah, berita orang mati, beliau sangat-sangat anti dan takut. Merasa bahwa beliau juga akan dipanggil oleh yang maha kuasa. Lama sekali beliau merasakan phobia ini, sdah dibawa kemana-mana tak kunjung sembuh. Sempat beliau ke UGD, namun beliau dinyatakan sehat, tidak sakit apa-apa. Phobia ini sangat mengganggu hidupnya, anak dan paman ADB tidak terurus, anggapnya buat apa suami dan anak diurus, toh sebentar lagi akan meninggal. Begitu setrusnya sampai Bibi ADB ini bener-bener sembuh dari Phobia ini.Beliau akhirnya sadar, bahwa semua ada ditangan Allah semata, dan semakin bisa menumbuhkan keyakinan diri bahwa beliau baik2 saja. Intinya Brosis, beliau selalu mencoba untuk berfikir positif dan menyenangkan. Sekarang hidupnya kembali normal.


 

Nah Bro& Sis sekalian, sepenggal cerita diatas adalah contoh kasus Thanatophobia dalam kehidupan sehari-hari. ADB pun pernah merasakannya, namun yang ADB rasakan bukan thanatopobia, melainkan adalah Death anxiety. Death Anxiety atau kecemasan akan kematian ini ADB rasakan saat merasa tubuh ADB ada kelainan. Contohnya Brosis, saat ADB merasa kesemutan, ADB berfikir ini adalah Stroke, dan akan menyebabkan kematian. Saat ADB pusing, ADB bertanya-tanya dalam hati, apakah aku akan berakhir? Saat dada ADB nyeri, ADB merasa ini adlah akhir ADB karena ini pasti sakit jantung, Walaupun semua akhirnya tidak terbukti, alias sehat2 saja, tapi tetep kecemasan itu tetep datang da menghampiri. Kalau ada yang bertanya, apa saja gejalanya saat Death Anxiety datang? jawab ADB sama seperti saat kita terkena serangan panik..(bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s