Thanatophobia, dan Death Anxiety, Bagian II

Halo, Bro & SIs, Bagaimana hari ini..?? semoga baik dan jauh dari Anxiety.
Berikut ada satu tips dan saran yang bisa Brosis lakukan untuk mencegah Anxiety kambuh. Angan-Angan. Woi, ADB apaan sih? pagi-pagi ngomngnya udah ngelantur. Katanya mau ngasih tips, kok malah jawab angan-angan doang. Niat nulis artikel nggak sih? Hehehe.. Sabar dulu lah Brosis. Sebab tips dan saran dari ADB pagi ini ada hubunganya dengan angan-angan. Iya Angan-angan. Kita kerap sekali berangan-angan entah apapun itu. Nah, karena angan-angan itu sangat cepat sekali jalannya. Lho kok bisa? iya, contohnya saat Brosis abis berlibur di pulau bali. POkoknya disana bersenang-senang deh, gak ada sedihnya sama sekali. Pas sudah dirumah, Brosis tiba-tiba berangan-angan sewaktu masih ada dibali. Memutar lagi memory kesenangan disana. Nah, dengan sekali angan, Brosis sudah ada diBali lagi kan? Jadi apa dong hubunganya angan-angan dengan penyakit mental kita, Anxiety ini? Jadi begini Bros Sis, saat kita berangan-angan, dan memori memutar lebih cepat kejadian2 yang kita inginkan, maka semakin cepat pula membuat kita menjadi kambuh. Masak sih semua angan-angan bisa membuat kita kambuh? iya, betul. Saat kita sudah pernah kena anxiety, jujur alam bawah sadar kita seakan masih merasa takut itu terjadi lagi. IMHO. Jadi apapun angan-angan kita, yang awalnya berangan-angan menyenangkan, tiba-tibadan entah bagaimana menjadi angan-angan yang menkutkan. dan itu tiba-tiba menjalar sehingga rasa panik datang, dan kambuhlah itu anxiety. Setidknya itu yang kerap ADB rasakan. Jadi tips pagi ini. JANGAN BERANGAN-ANGAN Brosis.
Kalaupun udah terlanjur, segera ganti dengan angan-angan yang baik lagi. Tapi ADB ingatkan, saat kepanikan sudah menjalar, mengganti fikiran negatif ke positif itu sangat-sangat-sangat sulit. So, ganti angan-angan dengan kegiatan yang positif.  Untuk smentara, stop dlu angan-anganya ya. Setidaknya sampai bener-bener sembuh.


 

Masuk kepada pembahasan Death Anxiety Brosis, Sory nih ADB ngasih tip rada rada mbulet. Kmaren ADB sudah cerita soal Thanatophobia. Nah yang belum kelar ini adlah Death Anxiety, jenis anxiety disorder yang ADB derita. Kmaren klo gak salah sudah samapai pada gejalanya ya? iya, gejalanya sama seprti gejala serngan panik saat menyerang kita. Atau hampir semua gejala umum ANxiety Dsiorder yang sudah ADB jabarkan di artikel yang lalu. Ini adalah pengalaman ADB, Saat sedang enak-enaknya santai, ada berita tetangga ADB telah berpulang. ADB datang melayat, tidak ada perasaan yang bagiamana gitu tentang kematian tetangga ADB, nah selang malamnya, tiba-tiba ADB cemas, entah bagaimana kok ADB berfikiran seperti ini, biasanya kalau ada seorang meninggal di suatu kampung, akan ada orang lain di satu kampung yang ikut meninggal juga. Nah, kalut sudah fikiran ADB, tak disangka akhirnya serangan panik datang. Tubuh lemas, berkeringat, kesemutan seluruh tubuhh, dada sesak, dan perasaan ajal akan tiba.

Saat panik itulah ADB merasa ada bayangan yang lewat, ada yang memanggil nama ADB, atau fikiran untuk segera meminta maaf pada ayah dan ibunda tercinta. Sbab perasaan ADB yakin waktu itu ajal akan tiba. 5 menit, 10 menit, tak kunjung hilang juga seranga itu hingga membuat ADB lemas. Dan akhirnya tertidur. Bangun dari tidur, ADB merasa tenang, perasaan lega sempat ada sampai akhirya saat santai, ADB teringat lagi kejadian malamnya yang membuat serangan panik datang. Dan, itulah kenapa tips pagi ini adalah berhentilah berangan-angan dulu, sebab ADB tiba-tiba terangan-angan lagi soal datangnya ajal. Dan untuk kesekian kalinya ADB terserang panik. Cemas bahwa kematian akan datang, dan dalam fikiran ADB, terangan saat nanti ruh dicabut, rasa sakit, bisakah ADB mengucap kalimat toyibah saat dicabut, semua itu trus berkembang dalam fikiran ADB  sehingga ADB pingsan.
Saat sadar, ADB sudah ada di UGD, sempat diberi infus sdikit dan ADB sudah merasa baikan. Dalam pengecekan medis, tidak ada penyakit dalam tubuh ADB, hanya tensi yang lumayan tinggi.

Kata Dokter, kalau jantung berdebar ini dibiarkan, akan bisa merusak pembuluh darah, karena terlalu tinggi tekanannya. Diberikanlah ADB obat anti darah tinggi. Check darah dilakukan, lagi-lagi semua normal. Beberapa hari ADB tenang karenayakin bahwa semua normal-normal aja, sampai ADB merasa panas yang amat sangat di dada. Karena efek Anxiety yang bisa membuat kita semakin waspada, IMHO, ADB pergi kedokter umum. Didiagnosis bahwa asam lambung ADB sedang tinggi, lalu ADB mengeluh rada sesak, dan saat dokter bilang harus rekam jantung ADB kaget. Masak sih aku kena jantung? begitu fikiran ADB. Lama kelamaan, fikiran buruk semkin menjalar, kalau kena jantung, berarti ajal sudah dekat? aku sudah ajal. fikiran itu selalu terulang-ulang dalam benak ADB brosis. Sampai akhirnya sudah kesekian kali ADB kena serangan panik akibat Death Anxiety ini. Akibat terlalu mencemaskan kematian ini. Dan selalu saja ADB berfikiran demikian, dan sangat sulit untuk merubah fikiran tersebut.

Lalu, apa yang ADB lakukan ? ADB lebih mendekatkan diri kepda yang kuasa. Dan, bukan tanpa halangan Brosis, saat mw melaksanakan Sholat, seolah ADB ogah. Kecemasan akan ajal yang datang saat ADB sholat semakin memperkeruh suasana. Lalu ADB mencoba berdzikir, saat dzikir pun seperti serangan panik datang tiba-tiba. Wis jian sulit tenan brosis. ADB bingung waktu itu. Sampai akhitnya ADB memutuskan untuk tetep beribadah, walaupun ogah rasanya dan serangan panik selalu datang.


Nah, kecemasan yang datang berulang-ulang akan kematian dan kita tidak mampu untuk meredamnya, shingga datanglah serangan panik yang luar biasa,  inilah DEATH ANXIETY. Lalu apa yang harus dilakukan? lebih banyaklah bersosialisasi dengan teman, keluarga, banyak-banyaklah Sharing dengan teman-teman yang anda percaya, atau dengan sesama penderita, agar bisa saling mengerti apa yang dirasakan Brosis. Jangan lupa, sebisa mungkin hilangkan dulu ANGAN-ANGAN. Olah raga secara teratur, supaya pembuluh darah lebih kuat, jantung lebi sehat, dan mengurangi stres juga. Sebisa mungkin lebih religius, apapun kepercayaan anda Brosis, lebih mendekatkan diri dan menajdi lebih beriman akan memberikan ketenangan hati.

Semoga bisa bermanfaat dan ambil yang baik saja ya. (ADB)

Iklan

8 thoughts on “Thanatophobia, dan Death Anxiety, Bagian II

    1. perlu sekitar 2 tahunan bagi saya untuk mampu mengontrol diri saya kembali..namun hingga sekrang belum bisa terlepas, walllaupun begitu kini lebih mudah mengontrolnya..

    1. Salam, saya penderita yg sama ! Sudah 3 tahun saya alami kadang bisa mengontrol kadang jg lepas kontrol. Yg harus diketahui kita tidak sendiri , banyak yg menderita fobia ini dan kita harus berjuang untuk sembuh!

      1. Betul itu..!! tetap semangat saja, bahkan sampai sekarang, saya blum benar2 sempurna mengontrolnya lho..mngkin bisa mbak share tips2 yang biasanya mbak gunakan…

  1. Ketika serangan datang, tangan saya pasti gemetar. Jd saya menghindari sendirian lebih baik ditempat keramaian bercengkrama dengan org2 sekitar meski hati dan perasaan masih belum tenang, saat pikiran kosong akan sangat mudah berangan angan negatif. saran saya juga mungkin sebaiknya periksa ke dokter saja(rontgen) ketika dokter menyatakan dalam tubuh tidak mengidap penyakit. InsyaAllah kita punya lagi senjata untuk berpikir ” saya tidak punya penyakit, dan saya akan baik baik saja ” semoga kita semua tetap dalam lindungan tuhan , semangat !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s