Power of Sharing

Pagi, Bro& Sis, bagaiamana kabarnya pagi ini? Keep positive Think spaya tetep jauh jauh dari serangan panik ya.

Artikel pagi ini adalah Tips, yang akan membuat anda sekalian merasa kuat, tidak merasa sendiri didunia ini. Karena jujur Brosis, awal kena serangan gangguan kecemasan ini, ADB mrasa ADBlah satu-satunya orang yang mengalami ini. Merasa sendiri malah justru membuat Rasa cemas itu semakin datang berulang-ulang. Cemas bahwa ADB cuma sendiri, cemas bahwa tidak akan ada orang yang menolong ketika serangan datang di tempat umum, dll.

Sehingga timbul suatu niat dalam hati ADB untuk mencari, adakah orang yang mengidap penyakit misterius ini, sama seperti saya. Kata penyakit misterius ini ADB gunakan saat ADB belum mengenal apa itu Anxiety Disorder. Karena ADB sering mengalami kecemasan akan kematian, maka waktu itu kelihatan koplaknya. ADB namai sementara penyakit miisterius ini dengan nama Syndrome kematian. Walah, opo neh iku? Hahaha. maklum, masih koplak dan belum tahu apa-apa Brosis.

Nah, dalam misi mencari orang yang sama-sama penderita tersebut, ADB sering kali ditertawakan, dan banyak yang mengejek.  ” Ndok endhi ono loro koyo ngunu? mati yo mati ae, gak onok jenenge syndrome kematian/ Dimana ada sakit seperti itu? mati ya mati aja, gak ada syndrome kematian” itu adalah kata yang sampai sekarang ADB ingat Brosis, kata-kata itu membuat ADB semakin kalut dan kehilangan kepercayaan diri. Sampai akhirnya, ADB menemukan titik cerah yaitu bibi ADB sendiri, beliau pernah mengalami hal yang sama seperti ADB Brosis. Namun belum pernah ADB ngobrol tentang penyakit ini, Cuma sekedar tahu saja, dan yang ADB tahu, kini Bibi ADB sudah sembuh, dan bisa hidup normal.

Oke, perjuangan belanjut, Gobloknya ADB waktu itu tidak mencari di Mbah Google, pernah ADB mencari dengan keyword “Syndrome kematian” dan alhasil tidak ketemu. HEBAT. Wahaha. Setelah bertahun-tahun, akhirnya ADB berkesempatan ngobrol dengan bibi. Walah, ngbrol sma bibi aja nunggu bertahun-tahun. Singkatnya setelah ngbrol, ADB merasa tidak sendiri. Sehingga kepercayaan diri muncul, melihat Bibi yang sekrang bisa sembuh, ADB yakin suatu saat ADB akan sembuh. Segera ADB laksanakan tips-tips dari Bibi ADB ini. Mulai menggiatkan puasa senin-kamis, senantiasa berdzikir, Shodaqohnya dipersering.

Namun semua bukan tanpa halangan Brosis, ketika ADB bertanya pada Bibi, pernah nggak saat panik Bibi merasakan gejala yang ini, Sang Bibi menjwab tidak pernah, dan, runtuhlah lagi keprcayaan diri itu. Lama ADB kalut, akhirnya ADB memutuskan sowan (mendatangi, mampir, atau bertamu) ke rumah dimana ADB dulu menuntut ilmu agama disana, di Rumah abah. Nah disana, ADB malah justru digodok tuh sama Abah, yang katanya ibadah kurang khusyu, tidak pernah berdzikir, dsb. Akhirnya ADB pulang setelah dibekali dengan beberapa tips dari Abah. Dan, cara tersebut cukup ampuh. Cuma disuruh wiridan setiap saat, dan Share sesama penderita. Sahre sesama penderita? dimana ADB bisa menmeukan sesama penderita seperti ADB?

Dengan sebuah MEdia Sosial, ini nih dimana ADB menmukan rekan-rekan seperjuangan yang sama -sama menderita penyakit misterius yang dinamakan ANXIETY DISORDER ini. Walupun sebelumnya, ADB dan rekan-rekan brjuang sendiri-sendiri. Lalu mencoba share dengan rekan-rekan, dan ternyata mereka merasakan seperti yang ADB rasakan. Mereka juga mengalami itu, dan ajaibnya, langsung kepercayaan diri ADB bertambah puluhan kali lipat.Sebab, pertanyaan yang bertahun-tahun ADB pendam, yaitu adakah yang merasakan seperti saya, terjawab sudah. Sekarang rekan-rekan di Group ini di sini sudah ADB anggap seperti saudara, bahkan seperti keluarga. Dimana kita saling menguatkan, saling mendukung, saling menghibur bila ada anggota yang sedang terkena serangan. ADB merasa semakinyakin, bahwa kita semua bisa sembuh. Inilah The power of Share.

Atlast, semoga bermanfaat, bagi yang menderita Anxiety Disorder, jangan sungkan untuk Sharing, sebab itu akan menambah kepercayaan diri anda, menambah semangat anda, untuk menuju hidup normal alias sembuh. (ADB)

Iklan

6 thoughts on “Power of Sharing

  1. Ya sampai detik ini saya mengalami penyakit tersebut, setiap kali saya merasa terdapat keanehan dalam tubuh saya seperti rasanya takut dengan kematia , saya sudah berusaha zikir, dll tetap fikiran negativ itu muncul dan rasanya seperti tertanam di fikiran, sampai jam 01.37 dini hari saya tidak bsa tidur krn kegelisahan muncul kembali, akibatnya asam lambung naik, setelah membaca artikel ADB saya merasa punya teman yg senasib, terkadang saya menangis ingin sembuh ingin normal seperti dulu, kejadian ini mulai timbul saat ayah saya meninggal dan saya banyak membaca artikel tentang tahap kematian, rasanya sangat menyiksa sampai dua kali kedokter lambung dan minta obat penenang, jika saya keluar rumah pada pagi dan siang hari perasaan cemas ini tidak muncul, namun pada saat saya kembali kerumah dsitulah kecemasan itu muncul berfikir bahwa rumah itu adalah duka sejak ayah saya meninggal sampai saat ini saya rasakan, sampai setiap kecemasan muncul saya langsung mencari artikel yg mengalami penyakit ini, ini untuk kesekian kali nya saya membaca artikel tentang penyakit cemas ini, dan pertama kali saya membaca artikel mas ADB sedikit tenang krn merasa punya temen yg mengalami hal yg sama, saya sedang berusaha buat sembuh dr traumatik ini terutama saya harus terbiasa melihat rumah adalah teman yg nyaman bukan duka lagi, terimakash untuk share nya sangat membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s