Serangan Panik itu harus dilawan

Siang Bro&sis, Sudah waktunya makan siang nih. ADB sudah merasa lapar dan ingin makan yang yaah, pokoknya bisa bikin kenyang. Hehehe..

HOee, makan aja pikirannya, itu lhoh, apa maksud judul artikelnya? Serangan panik itu harus dihadapi?? Boro-boro, wong sewaktu serangan panik aja kita takutnya bukan maen malah disuruh hadapi serangan panik. Gimana sih Ni ADB? Sabar dulu lah…kan ADB belum jelasin.. Jadi dibaca dulu dengan tenang ya.

Tadi pagi pada artikel ini kan ADB tulis, ADB coba beberapa kali memaksa diri untuk menaiki Bus yang ramai penumpangya kan? Nah, ini akan ADB jabarkan, yaitu menghadapi serangan panik, sebagai upaya untuk mengatasi serangan panik itu sendiri. Ambil contoh saat ADB berusaha mendatangkan serangan panik itu dengan menaiki Bus yang ramai penumpangnya. Usaha pertama, gagal. Hingga usaha yang kesekian kali, gagal masih menyertai. Ditandai dengan datangnya serangan panik Brosis, berulang kali ADB panik dan mendadak ingin turun dari Bus.Saat ADB kembali kerumah Abah, beliau berkata

Serangan panik itu datang karena ketidak mampuanmu mengendalikan sesuatu yang menakutkanmu. Jadi lawanlah sampai Serangan Panik itu bosan dan tidak datang mengganggu lagi dalam hidupmu.

Dan ADB berfikir, ini sangat sulit. Nah, datanglah hari libur, dan ADB coba lagi untuk mendatangkan Serangan, untuk selanjutnya ADB lawan hingga bisa hilang, dan lebih mudah mengontrolnya. Hari itu mencoba, Gagal. Dan kesenangan datang Hari libur berikutnya. Seperti biasa, ADB naik bis kota menuju ke terminal Tambak Oso Wilangun yang memang agak jauh dari rumah ADB. Mula-mula penumpang mulai banyak, dan penuh. Saat ADB melihat keseluruh bagian dalam Bus, memory ADB terulang lagi soal mimpi yang buruk itu. Lalu datang serangan panik. ADB ambil nafas, karena nafas tersengal-sengal, ADB bernafas secara perlahan. Beberapa kali nafas secara perlahan, panik masih belum hilang, mulailah datang kesemutan diseluruh tubuh, ADB mencoba ambil nafas lagi. Berulang kali, fikiran atau perasaan ajal sudah dekat mulai datang. ADB mulai gak bisa ngontrol..dan memutuskan untuk memejamkan mata. Keringat dingin mulai menjalar dan ingin rasanya ADB bergegas turun dari Bus. Namun tetep ADB paksa untuk stay, smpai ADB sampai di Terminal. Saat memejamkan mata, ADB mencoba membayangkan, Saat mimpi itu terjadi, dimana satu Bus penumpangnya sangat buruk, ADB bayangkan penumpang yang buruk itu ADB dorong satu-satu keluar Bus. Terus ADB bayangkan sampai penumpang buruk itu habis, dan didalam Bus tinggal Si sopir, dan ADB. Lalu ADB buka mata perlahan, ADB lihat sekali lagi sekeliling ADB. Jantung masih berdebar,  masih kesemutan, namun keringat dingin sudah berangsur hilang.]

ADB kaya orang linglung yang berulang kali melihat penumpang dalam bis. Hati tak berhenti berdzikir, tetep ADB melihat semua penumpang. Dan para penumpang itu terlihat gelisah. Karena panas nya suasana dan mereka harus berdesakan dengan penumpang lain. Lalu muncul gagasan dalam fikiran ADB, ternyata mereka juga gelisah. Hehe, berrati sama seperti ADB. Dan ADB tersenyum dalam hati, semua gejala serangan panik sudah hilang. Namun, masalahnya justru dengan cara ADB yang membayangkan sewaktu dalam mimpi ADB mendorng semua penumpang buruk itu, malah mendatangkan masalah baru yang lebih menakutkan, yang timbul di hari libur yang lain saat ADB mencoba lagi untuk melawan Serangan panik yang mulai datang.

Nah, Brosis sekalian, Adakalanya saat anda terkena serangan panik, yang ada kita hanya menuruti apa yang serangan panik lakukan pada kita. Membuat jantung kita berdebar, kesemutan, lemas, sesak dsb, tanpa adanya perlawanan dalam hati kita untuk mengusir serangan panik itu. Nah, salah satu cara agar Serangan panik itu bisa dikontrol, adalah dengan merasakan serangan panik itu, dan berusaha menekannya. Dengan fikiran-fikiran yang bersifat positif untuk mengghantikan fikiran negativ yang biasanya datang saat serangan panik menyerang Brosis. Dengan di backup Dzikrullah yang selalu diucapkan. Memang tidak gampang Brosis, tapi ada saatnya kita nanti bisa mengontrol serangan itu.
Jadi, jangan menuruti apa yang serangan panik lakukan pada anda saat kambuh, tpi lawanlah sehingga serangan panik akan bisa mudah dikontrol oleh anda Brosis sekalian.

Atlast semoga bermanfaat, dan ingatkan saya apabila ada kesalahan. (ADB)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s