Menerapkan terapi Flooding itu Sulit Setengah Mati pada awalnya

Hari Minggu Brosis, abis kelar jogging pagi dan Riding keliling keluar kota sebentar, lanjut deh nulis artikel. Hehehehe. Kali ini ADB akan share kepada Brosis sekalian, gimana saat ADB menerapi diri sendiri dengan berbagai cara. Namun dari sekian banyak cara, cuma dua cara yang cocok bagi ADB. Kenapa cocok? karena dengan itu, ADB bisa lebih mudah mengontrol Gangguan kecemasan ADB Brosis.

Yang pertama brosis pasti sudah tahu, yaitu Terapi Religi. Pada artikel lalu ADB sudah menjabarkan apa saja jurus -jurus ADB memerangi Gangguan Kecemasan, memerangi serangan panik yang datang, dan mencegah serangan panik datang. Yang kedua adalah Flooding. Iya Flooding. ADB pernah menrapi diri sendiri dengan teknik FLooding ini. Dan bisa dibilang sukses untuk memberantas salah satu Phobia ADB, yaitu Agoraphobia. Tepatnya ADB phobia keramaian didalam bis. Dan dengan usaha yang berkali-kali gagal, akhirnya ADB sukses sembuh dari phobia keramaian. Masih ada 2 problem lagi yang ada di tubuh ADB, yaitu phobia ketinggian, dan Death ANxiety. Phobia ketinggian belum ADB terapi sama sekali. Sebab ini menurut ADB sudah parah. Bahkan ADB pernah mencoba memainkan game Spiderman, lalu ADB arahkan Spiderman ke gedung yang tertinggi, dan menjatuhkan diri. Serasa tidak kuat menahan, rasanya juga ikut jatuh brosis. akhirnya jantung berdebar deh…Negara Api menyerang..!!! Hahaha.

Sekaranag dan sejak 6 bulan lalu  yang sedang ADB terapi adalah Death Anxiety. yaitu kecemasan akan kematian. ADB menggunakan teknik Flooding. Gmana caranya? ADB malah lihat gambar gambar orang mati. Selalu menghadiri dan berta’ziah ketika ada tetangga yg berpulang, atau saudara jauh, kenal ataupun tidak. Percayalah Brosis, awalnya sulit setengah mati. Ada pengalaman ADB yang saat itu sedang berta’ziah meninggalnya Bibi dari IBunda ADB brosis. Tentu saja semua handai taulan datang. Semua Saudara berkumpul. Sanak Family bersatu, ehmmm terus apa lagi istilahnya..?? Hahaha, dasar ADB gendeng. Dan ada lagi juga satu tamu yang tidak diudang, dialah Mbak Anxiety. Walaupun gak diundang, dia malah datang membuat ADB cemas akan kematian. Karena saat itu ADB sedang menerapi diri, ADB beranikan diri untuk melihat Jenasah. Dieng..gak karuan rasanya. Hampir sedikit lagi, nona panik akan datang. Selama di area ta’ziah, jantung ADB berdebar terus. sengaja ADB selimur dengan berbincang dengan saudara. Setelah tiba saatnya Jenasah akan disholatkan, para pelayat menggotong jenasah dikeranda, ADB sengaja tidak ikut nggotong karena udah hampir datang si nona pniknya. Eh lha kok sepupu ADB malah memanggil ADB dan memberikan bunga yang akan ditaburkan nanti setelh dimakamkan. Dieng, ADb ambil bunganya eh tiba-tiba langsung terduduk saking lemesnya. NIh sepupu kurang ajar. Begitu bathin ADB.

Setelah pemakaman, keadaan ADB  malah semakin memburuk, serangan panik lebih sering datang. Kurang lebih 3 hari, dan di hari yang ketiga itu, serangan panik datang dan ADB mampu mengontrolnya dalam waktu kurang dari setengah jam. Padahal biasanya, butuh wktu sampai sehari, bahkan 2 harian lebih. ADB sempat kapok mw terapi flooding lagi, tapi akhirnya ADB coba lagi. Kali ini dengan nonton film2 horror yang sangat gore. Kayak serial Walking Dead, Manga HIgh School of The Death, dll. Setengah matinya dimana? ya perasaan was was dan cemas akan kematian seolah selalu datang saat kita berada di kondisi yg kita cemaskan itu. Saat pertahanan hancur, makan serangan panik datang dan membuabarkan segalanya.

Nah, memang begitulah proses untuk sembuh. Selalu membutuhkan cara yang agak susah dan..gimanaya bilangnya? pokoknya susah setengah mati BRosis. Bagi yang sedang mencoba dan kondisi Anxietynya makin parah, percayalah brosis bahwa itu adalah proses menuju kesembuhan anda. DOnt give up, and always Try. Ingat juga bahwa kesembuhan tergantung juga dari kemauan diri kita sendiri, dan usaha yang kita lakukan, serta Do’a yang Insya Allah akan Allah kabulkan Brosis.

Penggemar motoGP, atur ulang jadwal istirahatnya ya, balapan akan berlangsung jam 23.00 malam ini Brosis. Jangan sampai kurang tidur, hehehehe….gak nyambung (ADB)

Iklan

2 thoughts on “Menerapkan terapi Flooding itu Sulit Setengah Mati pada awalnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s