Masih Thanatophobia, kali ini tentang Ibunda

Tepatnya saat ADB masih duduk dikelas 1 SMA Brosis, ketika itu memang ibu sudah sakit, ADB kira emang sakit biasa, sebab ibu tidak demam, namun hanya pusng saja, dan saat ADB ajak berobat, ibu tidak pernah mau. Sedang posisi Ayah saat itu sedang berada di kota Jakarta untuk pelatihan. Jdi ADB yang harus merawat Ibu.

Pagi saat ADB akan berangkat sekolah brosis, ADB berpamitan pada ibu. ADB tahu saat itu ibu sedang gelisah, dan tepat saat ADB mau berangkat, Ibu seperti ketakutan, beliau melihat kakinya, dan ADB lihat berwarna kebiruan pada jari kakinya. ADB sedikit panik. Dan yang membuat ADB semakin panik adalah ibu juga terkena serangan panik. Berulang kali ibu bilang kalau ajalnya sudah tiba, Lalu dengan berbaring ibu mengucap beberapa kalimat toyibah berulang-ulang. Bagaimana apabila kita mengalami hal seperti itu brosis? bukanlah orang lain. tapi ibunda kita sendiri. Brosis bisa bayangan betapa paniknya ADB bukan?

ADB masih ingat betul, tangan ADB dipegang oleh ibu, dan berkata begini, ” nanti kalo ibu udah mati, ayah jangan boleh nikah lagi ya”. Duarrrrrr….ADB sampe lupa nafas brosis. Gak tahu mesti berbuat apa. Diwaktu itu ibu udah panik gak karuan, menunggu kemungkinanbahwa ibu bnar2 akan pergi. Dan setelahnya, ada paman ADB yang langsung membawa ibu ke RSAL. Mungkin yg domisili di Surabaya dan skitarnya tahu kan RSAL Dr. Ramelan?

ADB bingung, sebab karena panik, ADB merasa juga kalo ibunda akan pergi. Jadi ada keyakinan tersendiri klo apa yg dikataan ibu benar. Yang ADB lakukan saat itu adalah hanya menunggui ibu disampingnya. Tanpa ada fikiran apapun seperti membawa ibu kedokter atau apapun yang mungkin bisa mnolong ibu. Klo teringat saat itu, ADB hanya merasa bodoh. Kok yo bisa-bisanya malah percaya apa yang ibu bilang. Huft..!!!

Alhamdulillah ADB bersyukur, sebab ibunda ADB selalu sehat wal afiat, dan ADB selalu berdoa untuk ayah dan ibu , semoga selalu diberi kesehatan dan panjang umur. Apa yang ADB pelajari dan dapat ADB renungkan dari kejadian ini adalah, bahwa hidup kita ini sudah ada yang menentukan. Janganlah Brosis menuruti panik yang memang biasanya merasa ajal sudah tiba. Kenapa? sebab Allah lah yang mengatur semuanya bukan?
Tidak baik kalo kita menuruti perasaan ajal seperti sudah tiba, atau merasa mau mati. Sama saja dengan kita melawan apa yang sudah digariskan olehNYA. Jadi, kalo saat brosis terkena serangan panik, INGAT..!!! bukan karena ajal yang mendekat. Tapi paniklah yang membuat anda merasa ajal sudah dekat. jadi segeralah lakukan hal-hal yang menurut anda bisa menghilangkan panik anda. Klo bisa dibuat tidur, itu lebih baik. (ADB)

Iklan

4 thoughts on “Masih Thanatophobia, kali ini tentang Ibunda

    1. maksudnya klo panik parah tuh dibuat tidur enak bro..klopun bangun tdur keinget lagi, panik gak akan lngsung dtang..ada tahapan2 dlu sebelum serangan panik datang..:)

      1. kalo mental lebih siap, menurut ane lebih baik dihadapin bro.. sharing dengan orang yang bisa dipercaya juga akan meringankan beban di hati selain meminta 2nd opinion,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s