Anxietas itu, seperti mesin pengingat

Tumben nih Brosis, ADB susah tidur. Biasanya nih, jam 8 ADB sudah tertidur. Namun hingga sekrang, mata belum terasa ngantuk juga. Dan tidak mood juga utuk nggambar. Biasanya sih iseng2 edit motor, atau sekedar bikin sketch dikertas, berkomik ria, namun malam ini terasa tidak ada mood sama sekali. Wah, bilangnya gak mood, nyatanya masih bisa nulis. ADB gimana sih? haha. Sekedar menulis unek-unek yang ada dikepala brosis. Daripada psikosomatis kambuh, kecemasan datang, dan mbak panik menyerang, mending dibuat nulis aja. Tul Nggak..??

Nah emang ADB mau nulis apasih ditengah malam gini.?? begini nih brosis, saat kecemasan kita memuncak, maka sudah pasti tuh yang namanya serangan panik datang menyerang. Apa yang kita rasakan..?? tentu saja kebanyakan adalah rasa takut yang luar biasabukan..?? pernah nggak brosis berfikir sejenak, saat rasa takut mulai menjalar, tentu saja karena kecemasan melanda diri, bahwa ini semua adalah salah satu peringatan Allah kepada kita? yap, peringatan. Dibilang musibah, bukan. Kenapa? lho emangnya anda sakit? tidak bukan? anda sudah periksa kedokter, anda sudah Check darah lengkap berkali-kali, namun tidak ada penyakit dalam tubuh anda bukan? Anda tidak sakit. Anda hanya terkena gangguan kecemasan. Sehingga ketakutan setengh mati. Berfikir menjadi tidak logis, subjektif, dan fikiran buruk itu begitu nyata. Dan, yah, ini adalah sebuah peringatan. Agar kita bisa berfikir. Siapa sebenarnya yang menurunkan rasa takut kedalam hati dan fikiran manusia? bisa disiplinkah kita dalam beribadah? coba kita intropeksi diri brosis.

Jujur nih, sebelum Anxietas ADB kembali parah, 5 tahun yang lalu. setelah “libur” merasakan ngerinya serangan panik, selama lebih dari 4 tahunan, ADB adalah orang yang bandel. Dalam artian, ya emang bandel. Udah bandel juga mau gimana lagi? hehehe. Namanya aja bandel. Sering begadang dengan teman sekampung. Nah saat malam sudah menunjukan pukul 22, ADB tancap gas. Keluar rumah, berkeliling dengan motor sambil “begejegan”. Alias guyonan. Malam malam, naik motor berenam, 4 motor, berjejer semua. Dasar alay. Hahaha. menjelang jam 2 malam, pulang. Sampai dirumah, teman-teman ADB masih ngumpul. Becanda sampai pagi. Sholat? jangan tanya. Tidak pernah. Atau ala kadarnya saja. Tanpa ADB sadari, setiap hari hanya itu saja yg ADB lakukan. Tidak pernah berfikir bahwa jiwa juga bisa lapar, dan dia harus makan, sehari semalam 5 kali. Benar kan?

5 tahun yang lalu saat ADB baru saja diterima bekerja, suatu ketika ADB sedang riding melewati daerah depan IP (institut pembangunan). Disitu jalan memang ramai. Banyak angkot yang ngetem disitu. Bodohnya ADB, riding dikecepatan agak tinggi. Dan ada seorang bapak-bapak separuh baya berlari kearah pagar pembatas jalan. Yaitu kearah tengah jalan Brosis. Tak pelak, ADB kaget dan tibatiba beliau sudah pas didepan motor ADB, sontak ADB rem keras-keras, namun terlambat. Bapak-bapak itu tertabrak.

ADB singkat aja ya, sebab kalau terigat itu lagi, ADB jadi ngeri sendiri Brosis. Seminggu setelah kejadian, bapak-bapak itu baik-baik saja. Pihak keluarga beliau pun telah sepakat bahwa itu adalah murni kecelakaan, dan berharap bisa diseleseikan secara kekeluargaan. ADB pun berharap demikian. Tentunya dengan perasaan sangat bersalah brosis. Apalagi setelah minggu berikutnya, ADB dikabari pihak keluarga beliau kalau bapak itu masuk ICU. Dieng..DUarrr…singkat aja, ADB sempat melihat bagaimana bapak itu disaat terakhirnya. Saat sakaratul Mautnya. Dan yang menyebabkan itu adalah ADB. Yang menabrak beliau adalah ADB.

Berbulan-bulan ADB tak pernah bisa normal. Setiap teringat itu, ADB selalu ketakutan. Perasaan bersalah juga semakin besar, walaupun dari pihak keluarga, mereka ikhlas. Tidak menuntut ADB macam-macam. Tapi ADB sangat takut. Saat itulah Anxiety datang dengan parahnya. ADB merasa sesak, haus, merasa akan ikut dipanggil juga olehNYA. Dan ini sebabnya ADB terkena Death Anxiety. Sangat sulit menghilangkanya. Andai ADB bisa cuek, dan mencoba melupakan itu, pasti bisa ADB sembuh. Namun rasanya ADB tidak bisa melupakan bapak-bapak yang ADB tabrak, hingga akhirnya itu mengakhiri hidupnya. Nah, saat itu ADB mulai berfikir, ini adalah suatu peringatan dariNYA.  Diberikan rasa takut yang luar biasa. Diperlihatkan kepada ADB bagaimana orang yang sedang Naza’. Seharusnya ADB berterima kasih kepada bapak-bapak itu. Sebab beliau menjadi orang yang dipilih oleh Allah, untuk membuat ADB sadar. Dari sikap yang lalai.

Nah brosis, jika sekrang anda menderita anxiety ini, jangan biarkan dia hilang begitu saja, Nikmatilah, sebab itu adalah bagaimana Allah mendidik anda. Dengan rasa takut mati, dengan rasa cemas luar biasa, dengan rasa panik yang mencekik, anda akan menjadi orang yang taat beribadah, karena dngan beribadah dengan ikhlas lah, hati anda akan menjadi sangat tenang. Berhati-hati dalam setiap tindakan, sebab merasa takut, bagiamana jika saat kita melakukan kejelekan dan Allah memanggil kita?

Anxietas bisa menjadi jalan untuk bertaubat brosis. Segera lakukan perubahan dalam diri. Dan teruslah berharap anxietas ini datang saat anda lalai, atau melakukan kesalahan. Lalu dengan berdoa dan berdzikir, dengan kembalinya ketenangan hati, lmbat laun Anxietas akan menjauhi anda. Setidaknya itulah yang ADB rasakan. (ADB)

Iklan

6 thoughts on “Anxietas itu, seperti mesin pengingat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s