Penerapan terapi perilaku dan kognitif (CBT)

kita selalu meyakini hal-hal yang diluar rasional saat terserang Gangguan Kecemasan.Nah, fungsi terapi Kognitif ini yaitu untuk mengoreksi apa yang diyakini saat kita terserang Gangguan Kecemasan Brosis. contoh nih, bagi yang menderita DEATH ANXIETY, selalu saja mencemaskan akan kematian, dikit-dikit dihubungkan dengan kematian. Seperti setelah bermimpi ini, maka itu tandanya dia akan mati, dsb. Nah, diharapkan dengan terapi kognitif ini, penderita dapat mengenali kecacatan logis dalam fikiran penderita, dan membantu penderita untuk melihat keadaan secara rasional. Dengan demikian, penderita dapat belajar menguasai fikiran-fikiran yang tidak benar sehingga bisa mengontrol keadaan yang memicu datangnya kecemasan.

Ini adalah petikan tulisan ADB dalam artikel terapi I brosis. Dimana dalam artikel itu ADB hanya mengulas teorinya saja.  Nah sekarang akan ADB ulas penerapanya dalm keseharian kita. Namun untuk terapi yg akan dilakukan ini, lebih baik dan alangkah lebih baik jika diterapkan bersamaan dengan model terapi lain. Nanti akan ADB ulas lebih lanjut. Special thanks untuk Ila dan Ika yang telah bersedia  mengingatkan ADB untuk ini.

ADB akan menggunakan seorang bernama C. 25 tahun, Tentu saja C menderita Gangguan Kecemasan yang berlebihan. Seperti ADB contohnya. Oke, lanjut. Suatu ketika, C sedang mengerjakan pekerjaanya dengan Notebooknya di lantai ruang tamunya. C duduk bersila mengerjakan tugasnya sambil mendengarkan musik. Untuk relaksasi mungkin. Hahaha. Lama sekali C mengerjakan tugasnya itu. Hingga jam menunjukkan waktu pukul 2 pagi. Karena lama duduk bersila, C mulai merasa kesemutan pada kakinya. Setelah satu menit meluruskan kaki, kesemutan belum kunjung hilang. C mulai was was. Lantas C mulai surfing di Mesin pencari. Ia ketik cara menghilangkan kesemutan di kaki. Dan sampailah ia pada suatu artikel yang mengulas bahwa salah satu gejala Stroke adalah kesemutan yg tak kunjung hilang. Tak satu kali C menemukan artikel macam itu, namun hingga berkali sehingga fikiran gak karuan mulai berkecamuk. Karena Anxiety mulai menyerang fikirannya, kesemutan malah membanyak dan menjalar hingga tanganya. Fikirannya seolah semakin memberikan kejelasan kepadanya bahwa ia memang terkena Stroke.Akhirnya C memutuskan untuk tidur.

Ketika di kasurnya, fikiran C masih saja belum tenang. Kata-kata Stroke masih terngiang di benaknya. Karena lelah, C pun tertidur. Belum lama dia tertidur, C bermimpi. Seolah dia melihat suatu area pemakaman, lalu dia seolah berjalan sendirian. Sontak diapun kaget dan terbangun. Jantungnya berdetak keras dan kencang. Karena sangat takut, ia tergerak untuk mencari arti mimpinya di Mesin pencari. Setelah mencari, fikiranya semakin gak karuan. Tentu saja. Karena isi artikel tentang arti itu hanya membuat dia semakin takut. C kembali berbaring, lalu ia merenung. Ia membiarkan fikiran negatifnya semakin menguasai otaknya.

Nah, kita stop sebentar Brosis. Dalam secuil kisah diatas, karena rasa penasaran yg begitu tinggi, sampai akhirnya menemukan artikel yang seharusnya tidak dibacanya, logikanya merasa bahwa itulah kebenaran yang akan terjadi. Logika kebenaran ini akan terus menetap dalam fikiranya. Sehingga ketika rasa kesemutan kembali terjadi, maka dia akan mengalami Gangguan Kecemasan yang membuat dia semakin merenung dan menyendiri. DI saat seperti itulah logikanya semakin menetapkan bahwa ia akan menderita Stroke, dan merasa akan mati, dsb. Nah inilah salah satu awal mula terjadinya kecacatan logis, sehingga selalu terpatri dalam fikiran kita. Terapi perilaku dan Kognitif ini akan menyingkirkan kecacatan logis kita sehingga kita berfikir rasional kembali. Kita lanjut Brosis.

Akhirnya C menceritakan semua itu kepada ADB. Hahaha. Mulai bagaimana ia merasa ajalnya akan datang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk langsung ke UGD RS terdekat karena yakin ada masalah dengan Jantungnya. Awalnya ia belum begitu puas ketika tahu hasil ceknya menjelaskan bahwa C baik2 saja. ADB katakan saja kepada C, ” sama kayak saya”.
Dia terkejut. Lalu dia mulai tersenyum. Bagi ADB itu cukup. Karena ADB juga pernah menerapkan Terapi ini, maka ADB meminta C, untuk meruntut kembali kejadianya dari awal.

C bilang, dia kesemutan. ADB bilang, kamu terlalu lama duduk.
lalu dia membantah lagi, kenapa tidak hilang-hilang..??. ADB bilang, ya karena km terlalu lama duduk.
Tapi kata artikel di ******* bilang itu penyakit STROKE..!!! ADB bilang apa sekarang kamu masih bisa jalan?
C jawab, iya.
masih bisa berbicara normal? C jawab, Iya.
Mulutmu menceng? C jawab Tidak.
Mana Strokenya? C bingung.
ADB jawab, ya gak ada orang kamu gak kena Stroke..!!! Dia membantah lagi, Lalu kenapa kesemutan menjalar sampai ke tangan dan muka?
ADB jawab, karena kamu terkena serangan Panik. Dia Jawab, Gak mungkin..!! masa aq panik?
ADB jawab, gak perlu percaya kamu panik apa enggak.
C : lha? terus?
ADB: yauda jangan panik. Nanti lak hilang kesemutanmu.
C: lha emang aku enggak panik.
ADB: Hahaha. dibilangin. ngeyel.

Setelah perdebatan kecil itu, C pamitan pulang. Baru dapet 3 hari, C balik lagi ke ADB. C mengeluhkan jantungnya semakin menjadi. Dadanya nyeri. Kesemutan sudah ke seluruh tubuh. Akhirnya ADB antar itu si C kedokter. Karena ADB penderita anxiety juga, ADB khwatir kalau C ini sakit beneran. Diperiksa dokter, tensinya tinggi. Untuk ukuran orang yang berumur 25 tahun, tensi 150/ 100 ini cukup tinggi. Dan menurut dokter, tidak ada kelainan lain. Oke, ADB yakin ini cuma serangan panik. Karena ADB juga gitu dulu. Hehehe.
Singkat cerita, C cuma diberi obat penenang, alprazolam klo tidak salah, plus dikasih obat darah tingginya. Karena dokter yang bilang, C  akhirnya percaya bahwa dia hanya terkena serangan panik. Namun frekuensi munculnya masih ckup sering. Lagi-lagi dia bertanya, apa yg harus dia lakukan supaya sembuh.

Nah brosis, penerapanya sebagai berikut :
Saat akan muncul tanda anxiety, dengan segala fikiran-fikiran jeleknya, seperti kisah C yang sudah ADB beberkan diatas, anda dapat melakukan suatu perilaku yang bisa membuat anda terhindar dari cemas, atau dengan berusaha mengubah fikiran jelek itu. Lihat lagi percakapan ADB yang  membalik fikiran C dengan hal-hal berlawanan yang positif.

C bilang, dia kesemutan. ADB bilang, kamu terlalu lama duduk.
lalu dia membantah lagi, kenapa tidak hilang-hilang..??. ADB bilang, ya karena km terlalu lama duduk.
Tapi kata artikel di ******* bilang itu penyakit STROKE..!!! ADB bilang apa sekarang kamu masih bisa jalan?
C jawab, iya.
masih bisa berbicara normal? C jawab, Iya.
Mulutmu menceng? C jawab Tidak.
Mana Strokenya? C bingung.
ADB jawab, ya gak ada orang kamu gak kena Stroke..!!! Dia membantah lagi, Lalu kenapa kesemutan menjalar sampai ke tangan dan muka?
ADB jawab, karena kamu terkena serangan Panik. Dia Jawab, Gak mungkin..!! masa aq panik?
ADB jawab, gak perlu percaya kamu panik apa enggak.

Walaupun sebenarnya teknik ini penerapanya cukup rumit, yg ADB tuliskan disini adalah yg ringan saja dan mudah dipahami. Ya gimana lagi Wong ADB bukan Psikiater. Hehe.
Contoh lain saat anda merasa jantung berdebar, takut kena sakit jantung, ya sudah, periksa ke dokter dan cek EKG. Hasilnya baik..?? maka anda baik-baik saja. Masih takut juga? maka fikirkan bagaimana cara agar jantung anda tetap sehat. Dari pada berfikiran jelek yang tidak-tidak, seperti jantungan, mau mati atau apa itu, lebih baik fikirkan makanan apa yang akan anda makan yang sehat untuk jantung anda. Lalu OLAHRAGA SECARA TERATUR. Bisakanlah melawan fikiran-fikiran buruk yang selalu muncul saat anxiety akan kambuh. Eh ADB ada contoh lain lagi? oke, ini menurut yang ADB alamin sendiri ya.
Anda cemas dan panik karena anda pernah menabrak orang, hingga orang yang anda tabrak itu meninggal dunia. Setiap anda melihat orang yang meninggal maka panik anda akan datang, teringat kejadian memilukan dimana anda menabrak orang dan akhirnya meninggal tepat didepan anda? hingga anda sampai menderita thanatophobia. apa yang anda lakukan jika itu terjadi pada anda? hmmmm..menakutkan bukan? Yang ADB lakukan adalah, bagiamana caranya supaya tidak menabrak orang lagi. Lalu bagiamana jika fikiran negatifmu mulai memenuhi otakmu, dan membuat tubuhmu lemas tak karuan? ini dulu adalah salah satu problem ADB selama bertahun-tahun, dan masih terbayang hingga kini. Yang ADB perbuat selain menerapkan CBT ini, dengan sekuat tenaga merubah logika-logika yg cacat atau salah karena panik,  (KOGNITIF), bisa dengan menonton film kartun, kembali berkendara, menggambar, atau dengan merubah cara berkendara ADB (PERILAKU) , ADB juga menerapkan terapi lainya.

Terapi Flooding, CBT, dan Agama

Terapi flooding singkatnya adalah terapi yang memaksa kita untuk berada dalam kondisi ketakutan kita, dalam waktu yang telah ditentukan, sehingga diharapkan bisa mengurangi rasa takut yang kita derita. Ekstrim memang. Jadi, setelah ADB mencoba melawan kecacatan logika, dimana logika kita memang salah dan cacat saat serangan panik ataupun Anxiety kambuh dan  perilaku perilaku yang bisa membuat kita jangan sampai cemas, dengan terapi Perilaku dan kognitif, ADB menrapkan juga terapi flooding ini. Memang sangat berlawan dengan CBT yang memberikan solusi untuk mengatasi kecemasan dengan perilaku dan kognitif, Flooding malah harus memaksa kita berada dalam zona ketakutan atau apa yg kita takuti.

Contoh ADB yang penderita Thanatophobia, biasanya akan panik ketika mendengar berita tentang kematian, kecelakaan, sekarat, pokoknya yang itu-itu lah, ketika menerapkan flooding, ADB malah datang ke acara ta’ziyah. Hingga sampai mengantar kekuburan. Ada juga yang malah seharian berada di keramaian guna menanggulangi rasa takutnya akan keramaian.

Dan terakhir, kombinasi terapi yang ADB lakukan adalah dengan lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Entah itu dengan berdzikir setiap saat, selalu berdo’a, atau apapun yang membuat ADB mendekatkan diri pada Tuhan.
Fikiran dan perilaku sudah, melawan ketakutan sudah, berdoa juga sudah. Menurut ADB ini kombinasi terapi yg tepat. Namun ingat, belum tentu cocok untuk anda.

Cobalah menerapi diri anda dengan terapi yang menurut anda tepat. Perlu diingat juga, bahwa terapi apapun akan sangat sulit pada awalnya. Intinya dari kesembuhan kita, adalah kemauan diri untuk sembuh. Jika anda merasa tidak mampu menerapi diri sendiri, datanglah ke psikiater terdekat yang anda percaya utnuk mendengarkan keluh kesah anda.

At last, ADB hanya share dengan apa yg ADB pernah rasakan dan ADB terapkan. Sejauh ini ADB masih sering Kambuh, namun tidak terlalu susah mengontrolnya untuk hilang kambuhnya karena terapi-terapi yang pernah ADB lakukan. Kalau tulisanya semrawut panjang gak karuan, ADB mohon maaf, sebab ADB bukan penulis yang baik. Semoga saja penyampaianya tepat dan dapat dimengerti. Hahaha. (ADB)

C hanya karakter fiksi dan khayalan saja.

Iklan

5 thoughts on “Penerapan terapi perilaku dan kognitif (CBT)

  1. Keren adb….ngebantu banget penjelasannnya, khususnya buat ane yg baru belajar cbt

    Kl ane anxie nya tuh takut akan penilaian orang, takut orang menilai negatif tentang diri ane. Terus adb, kl adb kan takut mati, nah kl ane takut gila atau takut dianggap gila, penyebabnya adalah pas awal kena anxie dan didiagnosa anxie ane nge down banget tuh, waktu itu anxie ane parah sampe berenti kerja, nah sejak itu ane mulai takut , takut gila, takut disangka gila, ketemu orang gila di jln langsung deh pikiran negatif muncul huaaa ane takut jadi kaya gitu, liat artis di tv didiagnosa kena penyakit jiwa, langsung takut, ga mauuuu jadi kaya gitu. Ada ide ga cara floodingnya gimana ya? Makasih buat sharingnya. Semoga adb bisa cepet sembuh. Amin

  2. Keren adb….ngebantu banget penjelasannnya, khususnya buat ane yg baru belajar cbt

    Kl ane anxie nya tuh takut akan penilaian orang, takut orang menilai negatif tentang diri ane. Terus adb, kl adb kan takut mati, nah kl ane takut gila atau takut dianggap gila, penyebabnya adalah pas awal kena anxie dan didiagnosa anxie ane nge down banget tuh, waktu itu anxie ane parah sampe berenti kerja, nah sejak itu ane mulai takut , takut gila, takut disangka gila, ketemu orang gila di jln langsung deh pikiran negatif muncul huaaa ane takut jadi kaya gitu, liat artis di tv didiagnosa kena penyakit jiwa, langsung takut, ga mauuuu jadi kaya gitu. Ada ide ga cara floodingnya gimana ya? Makasih buat sharingnya. Semoga adb bisa cepet sembuh, supaya bisa bantu temen yg msh anxie lainnya. Amin

    1. Gitu ya..coba deh untuk membiasakan diri dulu berfikiran positif. Supaya FIkiran positif itu terrekam dalam alam bawah sadar anda. Sebab karena saking takutnya menjadi gila, rasa tkut dan cemas itu terekam dialam bwah sadar dan membuat sensasinya gampang keluar. Sebaiknya jangan dipake flooding dulu. Mending dengan CBT dulu aja, dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan.Plus OLah raga teratur di pagi hari. Ane juga pernah ngerasa kaya gitu.Tapi gk sampai jadi phobia. Lagi pula, menurutq anda sehat kok. Sebab tulisan komentar anda sangat jelas dan mudah dipahami. Jadi, tanamkan dalam diri anda, anda sehat dan tidak akan gila. Katakan itu berulang ya. Terimakasih banyak. Mbak.. Hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s