Anxiety Dissorder : Story I, Puncak Kecemasan Di Atas Sebuah kereta Api

Story pertama Anxiety Dissorder ini datang dari Paman Mertua ADB. Oiya, yang masih pada bingung, kenapa ADB kasih nama Story, jawabnya ada di sini.Nah, lanjut ya BRosis.

Beliau adalah adik kandung dari Ibu Mertua ADB. Saat ini beliau tinggal Di Kota Gadis. Hehehe. Beliau adalah Bapak dari 3 orang anak yang semuanya putri. Putrinya yang tertua sekarang seusia dengan Istri ADB. Udah lumayan sepuh ya Paman ini. Hehe. Kita akan menyebut Paman ini dengan kode Om P. 😛

Saat masih beranak 1, Om P ini dengan sengaja hijrah ke Bandung bersama anak dan Istrinya untuk mencoba memperbaiki kondisi perekonomian mereka. Dengan bekerja pada salah satu perusahaan swasta disana. Sebagai kakaknya, Ibu Mertua ADB bangga dengan adiknya yang sukses disana.

Nah, sampai akhirnya , Om P mendapat sebuah musibah. Ya, musibah Brosis. Saat istrinya beberapa hari tidak pulang kerumah. Om P mulai cemas, karena tidak ada kabar satupun dari sang Istri. Terutama sang Anak yang terus saja menangis karena ibunya tidak pulang-pulang. Tak kuat lagi, Om P menelepon kerumah Mertuanya di Madiun, kota gadis. Ternyata Mertuanya bilang, Istri Om P ada disana. Legalah beliau. Kecemasan yg masih sedikit itu hilang karena istrinya ada dirumah orangtuanya. Namun saat itu, beliau tidak berbicara langsung dengan Istrinya, karena menurut mertuanya, istrinya sedang tidur.
Sekitar 3 hari kemudian, di sekitar kediaman Om P ini geger karena ditemukan Jenazah tak dikenal ditengah hutan. Entah hutan atau kebun teh atau Kebun apa, ADB agak lupa Brosis.

Mendengar itu, Om P tidak ada firasat apa-apa. Santai saja karena yakin Istrinya ada dirumah Orangtuanya. Dengan santai beliau berangkat bekerja. Waktu itu masih ngontel. Belum ada motor kata beliau. Nah begitu melewati kerumunan orang-orang yg penasaran melihat jenazah misterius itu, beliau diteriaki oleh salah seorang tetangganya. Bahwa Jenazah itu adalah Istri Beliau. Duarr….Beliau hanya diam. Kaget. Beliau  sempat pingsan.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Cerita diatas adalah cerita yang ADB dapatkan dari Istri ADB. Jauh sebelum ADB ngobrol dengan Om P kemaren pas tahun Baru. Oke lanjut. Cerita selanjutnya ADB dapat dari Beliau Sendiri.

” Bojoku sedo wis suwe, mas. Aku yo nate loro parah. Kui ibuk morotuwamu sing ngurusi aku nang Bandung Biyen.” Dibukalah cerita beliau. ” Istriku Meninggal sudah lama, Mas. Aku juga pernah sakit parah. Itu Ibu mertua kamu yang mengurusi aku di Bandung dulu”. ADB hanya mengangguk. Sebab ADB sudah tahu ceritanya. Lalu beliau berkata lagi.

” Lorone nang weteng sebelah tengen. Jan loro eram. Aku lali biyen loro opo. pokoke weteng tengen nisor ki Loro banget” yang artinya kurang lebih gini ” Sakitnya di perut sebelah kanan. Sakit sekali. Aku lupa dulu sakit apa. Pokoknya perut kanan bawah ini sakit sekali”. Menurut pendapat ADB sih, beliau sakit usus Buntu mungkin Brosis. Nah sambung beliau lagi, ” Kepikiran bojoku terus. Rung iso Nerimo nek Bojoku iki wis sedo. Kondisiku parah. Awakku kuru. ( Kepikiran istriku terus. Belum bisa menerima kalau Istriku ini sudah meninggal. Kondisiku parah, badanku kurus)”. Sesaat beliau melihat ke langit2 rumah. Diam sejenak. Pandangannya seolah jauh sekali kemasa lalunya. Sepertinya mengingat saat dulu, saat istrinya masih hidup. Lalu beliau meminum kopinya seteguk. ADB hanya membayangkan, ADB sendiri mngkin tidak bisa setegar Om P ini. Sesaat kami terdiam. Lalu beliau berkata lagi, ” Sing aneh ku pas sakdurunge aku mulih balik nang Madiun, mas. Rasane koyo ape mati. Awaku ngejer. Tapi iso tak tahan ( Yang aneh itu saat sebelum pulang balik ke Madiun, mas. Rasanya seperti akan mati. Badanku gemetar. Tapi bisa aku tahan).

ADB mengenyitkan dahi mendengar penuturan Om. P. Dalam bathin ADB bilang, masak sih Om ini kena ini juga..??? dan benar saja Brosis. Gak lama kemudian Om P melanjutkan ceritanya. ” Nah aku ra iso nahan kui pas nang sepur. Pandanganku mbliyur. Ndelok wong-wong iku kok kabur. Awaku adem kabeh. tapi aku keringeten, mas. Wis jan, aneh pokoke. Koyo apene Mati ae. ( Nah aku tidak bisa nahan itu pas di kereta api. Pandanganku memutar. Badanku dingin semua dan berkeringat mas. Pokoknya aneh, seperti mau mati saja). Kecurigaan ADB semakin menguat saja.

Karena semua ciri-ciri yang disebutkan Om P, pernah ADB rasakan. Mungkin Brosis sekalian Penderita Anxiety juga kan..??

” akhire aku ora kuat, rasane kudu mlayu. metu soko sepur. trus aku matur ibumu, mbak yu, aku mudun soko sepur iki ae ( Akhirnya aku tidak kuat, rasanya seperti ingin lari. Keluar dari kereta. Lalu aku bilang kepada ibumu(mertua ADB), Mbak, aku turun dari kereta ini saja.)”

Beliau menuturkan, setelah istirahat dihotel didaerah Ciamis kalau tidak salah, karena memaksa turun dari kereta api dari Bandung Ke Madiun, beliau merasa lebih baik. Dan sempat bilang juga kepada ADB, perasaan seperti mau MAti itu juga hadir beberapa tahun saat sudah tinggal di Madiun. Sampai akhirnya Om P memutuskan untuk menikah lagi. Perasaan itu berangsur-angsur hilang. ADB sengaja berpura-pura tidak tahu soal Anxiety ini, karena dulu, Om P tidak pernah tahu gangguan apa yang dialaminya.
………………………………………………………………………………………………………………………..

Nah, setelah cerita diatas, kita jadi tahu. Salah satu faktor penyebab terjadinya kecemasan yang berlebihan adalah masa lalu yang menyakitkan, dan membuat kita trauma. Rasa penyesalan yang besar, kehilangan orang yg disayangi, dan masih banyak lagi. Dan ada satu hal lagi yang mengusik fikiran ADB. Seringkali ADB mendengar ketika orang-orang bilang mereka  merasa seakan mau mati. Hmmmm….salah satu ciri dari sekian banyak simtom Serangan panik Brosis. Namun banyak juga dari mereka yang belum tahu apa yang mereka alami. Sama seperti ADB dulu. Ketika belum tahu apa itu ANxiety Dissorder dan Serangan Panik. ADB malah menyebutnya sebagai The Death Syndrome. Kenapa..?? karena sering kali merasa bahwa ajal sudah semakin dekat. Hahaha..ada-ada aja nih ADB ya?

Sedikit tips dari ADB, untuk mengganjal kecemasan yang mulai muncul, Pertama segera hilangkan fikiran negatif anda sekalian, jangan berfikir macam-macam yang jelek-jelek. Susah..?? pasti. ADB sering mengalaminya. Kedua, alihkan dengan kegiatan yg membahagiakan. Sukanya nonton tv ya nonton aja. Sukanya maen bola ya maen aja. Sukanya dzikir ya dzikir. Sukanya tidur ya tidur. Intinya apapun sesuka hati anda.  Terserah anda pilih yang mana. Ketiga, lakukan relaksasi. Atur pernafasan anda. Kalau pas lagi dikantor/dirumah/didalam ruangan terus serangan panik dateng gimana..?? keluarlah dari dalam ruangan anda sebentar saja. Untuk sekedar menghirup udara luar yang segar. Emang bisa keluar ruangan bikin tenang..?? entahlah. karena saat panik, ada salah satu simtom yaitu kita akan merasa ingin lari dari tempat kita berada saat itu. Paling tidak, dengan sedikit berlari dan keluar dari kantor anda, bisa sedikit lebih tenang. Lalu lakukan relaksasi sebentar diluar. ADB sering sekali saat Serangan panik datang, lari keluar ruangan. ketika masih siang hari, ADB berjemur sebentar sambil atur pernafasan. Peluh keluar banyak, tapi panik berangsur menghilang. Brosis bisa mencoba ini. Keempat, Sharinglah dengan orang yang anda percaya. Bisa orang tua anda, anak-anak anda(bagi yang anaknya sudah gede ya),Suami/istri anda, atau teman yang sama sama penderita Anxiety Disorder juga.

Ok, udah kepanjangan ADB ngetik ini. Mbulet bcanya nanti. Tulisanya gak karuan gini. Nantikan Artikel Story selanjutnya ya. Bagi yang ingin berbagi pengalaman dengan Anxiety anda, bisa cerita ke ADB melalui email ke elreean26@yahoo.com. Atau PM ke facebook Adrian Aldo. 😀  (ADB)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s